Jan
27

mau sukses kudu berani pakai ilmu “anjing gila” yaitu segera lepas anjing gila paling gila di belakang kita ….grrrrrr…….maju dan maju terus

Jan
27

Kemarin, tanggal 26 Januari 2012, saya kedatangan tamu teman saya bernama mas Putu Santika. Sehari sebelumnya dia sms sayauntuk minta waktu ketemu saya. Wow, luar biasa sampai minta waktu ke saya nih. Singkat cerita kami janjian ketemu jam tujuh pagi.

Tujuan dia menemui saya adalah untuk berpamitan karena dia telah resign dari tempatnya bekerja selama ini yang kebetulan sama dengan tempat saya bekerja. Dia keluar karena ingin bekerja sesuai passion dia dan ingin mengejar mimpinya bagi kehidupan yang lebih membahagiakan tentunya.

Setelah berbincang kesana kemari, yang tentunya sangat banyak memberi masukan bagi saya, ternyata dia kemudian bercerita bahwa saya adalah salah satu “manusia wajib” menurut kriteria dia yang wajib dikunjungi apalagi pada momment perpisahan seperti ini. Begitu katanya.

Sambil mengerutkan kening, saya mencoba mengetahui apa maksud dari manusia wajib tersebut. Sebelum saya bertanya lebih lanjut, diapun kemudian bertutur soal kriteria manusia menurut pemahaman beliaunya ini.

Ada tiga kriteria manusia, masih menurutnya, yaitu pertama yang dinamakan MANUSIA WAJIB, yaitu manusia yang wajib kita datangi karena setiap bertemu dengan manusia jenis ini kita akan mendapat manfaat sangat banyak, kita akan mendapat pencerahan, masukan, motivasi, inspirasi dan berbagai hal positif lainnya.

Manusia jenis kedua adalah MANUSIA SUNNAH, yaitu manusia yang bila kita temui cukup baik bagi kita namun bila harus ditinggalkan juga tidak akan menjadi masalah bagi kita.

Sementara jenis ketiga adalah MANUSIA MAKRUH, yaitu manusia yang kalau bisa selalu kita hindari, karena kalau ketemu manusia jenis ini bawaannya mereka akan menyulitkan kita saja.

Wow, luar biasa. Saya tentu sangat tersanjung, namun yang lebih penting saya mendapat ilmu baru dari teman saya pak Putu Santika ini. Luar biasa, saya yakin di tempat yang baru, di Pulau Dewata, teman saya ini akan sukses luar biasa. Kalau dia banyak terinspirasi dengan saya, sebaliknya saya juga sangat terinsipirasi dengan cara pemikiran dan tindakan-tindakannya yang mengarah kepada kesuksesan yang seimbang bagi dirinya dan lingkungannya.

Mas Putu Santika, anda juga Manusia Wajib bagi saya. Selamat menapaki dunia kesuksesan yang baru, sukses pada tahapan berbagi atas apa yang kita miliki saat in. Ilmu yang kita miliki tidak seharusnya hanya menjadi harta karun di dalam diri kita. Kita wajib dan wajib membaginya kepada semua orang di sekeliling kita. Kita tidak harus merasa khawatir ilmu yang kita miliki akan habis, justru sebaliknya pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki akan semakin bertambah seiring dengan semakin banyaknya sharing kemampuan yang kita miliki kepada lingkungan kita. (ugie for little inspiration).

Jan
25

Banyak jalan menuju Roma, banyak cara menuju sukes. Yang utama memang kita harus mendefinisikan sukses seperti apa yang kita inginkan dan kedua sukses itu di perjalanan bukan di tempt tujuan. Artinya, setelah kita menetapkan ingin mencapai suatu keberhasilan dalam waktu tertentu, maka kita harus menikmati proses menuju keberhasilan tersebut, karena disitulah indahnya, banyak suka dan duka akan kita temui yang semuanya akan mendewasakan kita.

Apa sih kunci sukses yang diperlukan?. Ada dua, yaitu pertama kita harus mengetahui apa kekuatan yang kita miliki, yaitu SIAPA KITA, maksudnya  kita memiliki kelebihan, keahlian atau kompetensi yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Apa yang kita miliki ini harus merupakan nilai pembeda dari orang pada umumnya. Kita tidak harus menjadi biasa-biasa saja, kita harus luar biasa.

Kedua, BAGAIMANA MENGHUBUNGI KITA. Setelah persyaratan pertama kita miliki, maka kita harus memastikan orang lain gampang menghubungi kita . Ingat, salah satu kata kunci SukSes adalah adanya kemudahan akses yang harus kita persiapkan untuk menunjang keberhasilan yang kita harapkan.

Kita harus memastikan orang dapat mengakses kita, bisa lewat email, twitter, facebook, telephone, dan alat komunikasi lainnya, termasuk pastikan kartu nama kita tersebar dimana-mana.

Wow, ternyata mudah ya kalau kita mengetahui jalan menuju kesuksesan. Apalagi sekarang teknologi informasi sudah sedemikian majunya, sehingga kita bisa membuka akses sukses kita tanpa ada batas yang dapat menghalangi kita. Kita dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Sukses bisa secepat sentuhan “Klik” yang kita lakukan di smartphone kita tapi juga dapat sedemikian  lambatnya bila kita terus menunda melakukan “Klik” bagi sukses kita. (ugie for little inspiration).

Jan
25

Semua orang pasti ingin sukses, karena setiap orang yang saya tanya apa mimpi yang dimilikinya, sebagian besar menjawab ingin sukses dalam hidupnya.

Wow, luar biasa ternyata semua orang menginginkan hal yang sama, yaitu SUKSES. Namun, ketika ditanya lebih lanjut, sukses seperti apa atau sukses di bidang apa, nah baru deh mulai kebingungan. Karena nyatanya banyak diantara kita yang tidak jelas ingin menjadi seperti apa, atau ingin melakukan apa, atau ingin memiliki apa.

Sekarang saya tidak akan bicara soal sukses apanya, tapi saya akan menyoroti kata SukSes itu sendiri. Coba dicermati cara saya menulis SukSes ini. Benar, kita bisa memenggal kata tersebut menjadi 2 (dua) bagian, yaitu Suk dan Ses.

Dalam ilmu SukSes maka kata Suk merupakan kependekan dari MASUK yaitu apa saja sih sebenarnya yang ingin kita masukkan sebagai atribut nilai-nilai keberhasilan kita, bisa kategori FINANSIAL, HUBUNGAN, PHISIKAL, INTELEKTUAL, ataupun SPIRITUAL. Masuk disini dapat berarti apa saja yang ingin kita miliki atau masuk menjadi milik kita.

Kata kedua adalah kata Ses yang berasal dari kata AKSES. Maksudnya adalah kalau kita menginginkan sesuatu masuk ke dalam kepemilikan kita, maka kita harus menyediakan pintu masuk (akses) sehingga faktor-faktor pendorong terciptanya kesuksesan dapat hadir ke hadapan kita.

Nah sekarang coba kita cek diri kita sendiri, masukan-masukan apa saja yang sebenarnya kita inginkan. Lalu, sudah seberapa banyak pintu akses yang kita buka agar aliran apapun yang kita inginkan dapat masuk ke dalam genggaman kita.

Jangan sampai, kita sudah mimpi setinggi langit buat sukses tapi ternyata pintu akses buat meraih kesuksesan masih terkunci rapat, samapai kapanpun ya kita tidak aan pernah meraih impian-impian kita.

Apa saja sih pintu akses yang ada tersebut?. Wow, banyak sekali, kita bisa mencari di dalam diri kita sendiri, seperti misalnya pintu : Hardwork, Smartwork, Network, Honest, Trust Worthy, Commitment dan masih banyak lagi. Cari yang sesuai dengan diri kita masing-masing.  (ugie for little inspiration)

Dec
28

Tulisan tangan kita menunjukkan siapa kita sebenarnya, gak percaya? Mendingan percaya saja.

Hati-hati sama orang yang jago mengintepretasikan tulisan tangan, dia dapat mengetahui bagaimana sebenarnya karakter sang pemilik tulisan. Kalau kebetulan dia sedang dalam kondisi bernegosiasi, maka hampir pasti sang graphologist akan dapat memenangkan negosiasi karena dia mengetahui kekuatan dan kelemahan lawannya secara tepat.

Ingat, dalam negosiasi itu tidak ada istilah win-win, yang ada ya win-lose…. Nah, kalau kit mampu membaca tulisan lawan, maka kita akan mampu menggunakan strategi yang tepat untuk mengalahkan lawan negosiasi kita. Kita daat menghindari hal-hal yang lawan tidak suka atau kita dapat seolah “memenangkan” lawan, padahal ujung-ujungnya kita akan segera mengalahkannya.

Kalau begitu, perlu dong belajar graphology?. Lha iya lah, gitu aja kok nanya, hehe. Ugie for Little Inspiration.

Dec
28

Jadi rock star di tempat kerja, apa maksudnya? Ya tentu bukan jadi penyanyi rock yang terus teriak-teriak di kantor, tapi lebih dari itu. Loh?.

Sabar, maksudnya kita harus menjadi bintang yang gaungnya terdengar ke seluruh pelosok kantor tempat kita bekerja. Agar gaungnya indah, ya kita mesti nyanyi yang indah, biar yang denger menjadi senang.

Nah, di tempat kerja, maksud gaung indah adalah kita jangan jadi orang biasa-biasa saja. kita harus luar biasa dan menjadi “pembicaraan” orang.  Lalu, bagaimana caranya?

Caranya begini :

1) Kita harus bekerja dengan prinsip FASTER : bekerja, berpikir, inisiatif, dll harus di atas rata-rata, pokoknya harus lebih cepat, lebih kenceng jalannya.

2). Kita harus doyan SPEAK UP : usul, mengingatkan, membela, promote perusahaan, dan juga mengkritisi bila perlu.

3). Kita harus terus meningkatkan kemampuan diri alias mampu memciptakan  VALUE ADDED bagi diri kita untuk kepentingan perusahaan : lakukan investasi leher ke atas, selalu nambah ilmu - apapun caranya. 

4). Kita harus jadi insan yang VISIONER : berpikir jauh ke depan, one step a head, kreatif dan doyan berpikir out of the box.

5). Kita harus HARD WORKER, SMART WORKER, dan memiliki NET WORK yang luas.

6). Kita harus memiliki KOMITMEN yang kuat

7). Kita harus mempunyai INTEGRITAS tinggi

Inti dari semua adalah kita harus mampu menciptakan REPUTASI yang luar biasa. Sebagai Rock Star maka selain penampilan kita indah, nyanyian kita enak di dengar maka kehadiran kita akan selalu ditunggu dan enak untuk menjadi bahan pembicaraan siapa saja.

Kalau kita sudah mempunyai nilai jual dan ada yang layak untuk dibicarakan khalayak di tempat kerja kita, maka kita tidak perlu pusing-pusing berpromosi diri atau sampai harus pasang iklan dan yang jelas tidak perlu pakai straegi bribery loyalty (nyuap loyalitas) segala ….upps. Ugie for Little Inspiration.

Dec
20

Pertengahan Desember 2011 saya investasi leher atas kembali, saya mengikuti pelatihan graphology, yaitu cara mengitepretasikan tulisan tangan orang. Ternyata oh ternyata, siapa diri kita bisa terlihat dengan sangat nyata dari tulisan tangan kita. Luar biasa.

Tidak itu saja, di tempat training itu, saya berkenalan dengan banyak teman baru dan salah satunya ada yang sangat luaaaaar biasa, namanya Angkie Yudistia, seorang cewe dengan “keistimewaan” yang diciptakan oleh Tuhan untuk menginspirasi orang-orang di sekitarnya.

Apa istimewanya?. Kalau saja saya tidak diinformasikan bahwa dia memiliki kendala dengan pendengarannya, mungkin saya akan terkecoh dengan penampilannya. Dia tampil percaya diri dan mampu berkomunikasi dengan intonasi suara yang sangat normal. 

Hari ini, Selasa 20 Desember 2011, dia meluncurkan bukunya berjudul “Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas”. Buku yang bercerita tentang perjalanan dirinya sampai menjadi seperti saat ini. Saya hadir disitu dan dalam sambutannya dia bercerita bagaimana dia dulu tidak bisa diterima sekolah, ditolak saat melamar pekerjaan, sampai akhirnya ada seseorang yang ”mengingatkannya” bahwa dalam hidup ini kita harus fokus kepada kelebihan kita, bukan kepada kekurangan kita.

Akhirnya, saya melihat satu lagi kunci jawaban dari Sang pencipta, bahwa setiap ujian yang diberikan Nya pasti selalu disertai dengan kunci jawaban dan Angkie merupakan salah satu contoh bagaimana mahluk ciptaanNya akan mampu menemukan kunci jawaban bagi ujian yang dihadapinya asal dia mau mencarinya.

Yah, Angkie telah mendapatkan kunci jawaban dari ujian kehidupannya. Dia justru sekarang menjadi lilin bagi teman-teman lainnya yang memiliki ”keistimewaan”. Ya, kita semua memiliki lilin kehidupan dan lilin itu ada yang menyala tapi ada juga yang mati, baik kita sendiri yang mematikannya atau lingkungan yang mematikannya.

Nah, contoh Angkie ini sayayakin menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa Angkie mampu menjaga lilin kehidupan yang ada di dalam dirinya, yang mungkin saja sebelum ini pernah redup tapi yang jelas dia mampu menghidupkan terangnya lilin kehidupan bagi dirinya dan sekaligus akan menjadi sinar penerang bagi teman-teman lainnya, melalui karya tulisan yang dirangkumnya dalam buku yang baru saja diluncurkannya.

Sekarang, tengok lilin kehidupan kita, apakah masih menyala, meredup, atau malah sudah mati?. Hidupkan, hidup ini indah dan jaga terus lilin kehidupan kita untuk terus menghangatkan langkah kita menuju kesuksesan di masa mendatang. (ugie for little inspiration)

Nov
29

Dua draft buku sedang saya tulis saat ini, semangaaaaaaaat, judulnya :

1.  “Klik Fitur Sukses Kita-Dimana Saja Kapan Saja” (Rahasia Mengaktifkan Fitur Sukses Di Diri Kita)

2. “Mengapa Saya Belum Menjadi Multimilioner” (100 Rahasia Mengapa Kita Belum Menjadi Multimilioner)

Nov
29

“Mengapa saya masih tetap belum menjadi multimilioner ?” “ Karena kamu belum bahagia” Banyak pendapat mengatakan kalau kita kaya pasti kita akan bahagia. Akibatnya, orang menanti-nanti saatnya untuk menjadi kaya baru kemudian berharap akan bahagia. Celakanya, karena saat ini tidak bahagia, maka orang menjadi susah untuk mengejar harapannya menjadi kaya. Membahas masalah bahagia ini mengingatkan saya kepada seorang teman yang sampai usia setengah abad hidupnya selalu tidak bahagia. Di pekerjaan bermasalah, dia sering sakit, dan hubungan dengan keluarganya serta teman-temannya bermasalah. Di kantor dia merasa rendah diri karena teman-teman seangkatannya sudah mendapat kedudukan yang jah lebih tinggi, sementara dia masih tetap menjadi staf. Karena terlalu kepikiran, dia menjadi depresi, kinerjanya sangat buruk dan dia menjadi sering sakit. Suatu saat dia di tempatkan satu unit kerja dengan saya dan saya cukup prohatin dengan kondisinya. Saya sampai bilang untuk melupakan sakitnya, karena penyebab ini semua adalah di pikiran dia. Saya sempat memindahkan dia di dua bagian berbeda dan hasilnya tetap tidak berubah, sampai akhirnya saya pindahnya dia untuk menjadi seorang instruktur. Pada awalnya dia menolak dan mencoba berargumen kalau dia tidak cocok disitu, serta mensabotase kemampuan dia sendiri. Padahal saya melihat dia mempunyai bekal ilmu yang bisa dia ajarkan ke peserta pelatihan. Saya juga melihat ada passion di bidang mengajar ini, karena saya tahu dia punya pengalaman mengajar. Singkat cerita dia menjalani pekerjaan barunya sebagai seorang instruktur. Apa yang terjadi kemudia, ternyata semuanya berubah menuju kebaikan. Dia merasa nyaman dan menyenangi pekerjaan barunya dan dia merasa menemukan kekuatan baru untuk menjalani hidupnya kembali. Suatu saat dia menghadap saya dan berkata :”Terima kasih sekali, di tempat baru ini saya seperti menmukan diri saya kembali. Saya merasa senang dan sangat termotivasi. Kalau dulu setiap hari Minggu saya sudah merasa stres memikirkan hari Senin yang harus datang ke kantor, sekarang sebaliknya, saya bahkan ingin cepat-cepat hari Senin itu segera datang.” Saya tersenyum dan terharu. Kemudian dia melanjutkan lagi :”Ada keanehan lain lagi yang terjadi, hubungan saya dengan keluarga menjadi sangat baik saat ini, semua berjalan dengan penuh keindahan. Hubungan saya dengan teman-tman juga berubah drastis, saya tidak merasa rendah diri lagi.” Dia berhenti sejenak, lalu ”Saya juga merasakan perekonomian saya berangsur membaik, sepertinya segala kesulitan menjauh dari saya,” ujarnya kemudian. Apa yang terjadi pada staf saya itu membuktikan bahwa bada saat dia menjalani kehidupan ini dengan kesedihan, maka hasil yang didapat juga akan menyedihkan. Kemudian, pada saat dia mulai menjalani kehidupan ini dengan penuh kebahagiaan, segalnya berubah ke arah yang menyenangkan. Secara finansial, dia mulai mendapati suatu kenyataan bahwa keuangannya mulai membaik dan rejeki terus mengalir. Karena hatinya bahagia, hasil kerjanyapun meningkat pesat, dan pada gilirannya, bonus yang selama ini jauh dari dirinya, tiba-tiba menghampirinya. Selanjutnya, sukses hubungan juga menghampirinya. Hubungan dengan keluarganya berubah menjadi sangat harmonis, malah dia sendiri sampai terheran-heran, mengapa semua bisa berubah menjadi baik seperti ini. Saya hanya mengatakan, karena kamu menjalaninya dengan kebahagiaan, maka semuanya terjadi tanpa terduga padamu. Dia juga mendapatkan sukses phisikal, yaitu yang dulunya sering sakit, sekarang dia menjadi orang yang sehat wal afiat. Sekali lagi kalau hati kita bahagia, maka penyakit akan menjauh dari kita. Sukses intelektual juga menghampirinya, dimana karenaharus mengajar, maka mau tidak mau dia mulai memperkaya pengetahuannya dengan membaca buku lebih banyak dan belajar lebih banyak pula. Tanpa dia sadari, dia telah menjadi orang yang lebih pintar saat ini. Terakhir, secara spiritual dia juga memperoleh kesuksesan. Dulu dia sempat kecewa dengan Sang Pencipta, namun sekarang dia baru menyadarinya bahwa semua ujian pasti ada kunci jawabannya. Kalau kebetulan dia harus mencari kunci jawaban sampai setengah abad, itu tidak menjadi masalah, yang penting saat ini dia sudah menemukan kunci jawaban itu. Nah, saya yakin sekarang, jalan menuju multimilioner sudah semakin dekat bagi dia. (ugie for little inspiration)

Nov
28

Kita sebenarnya dilahirkan untuk menjadi mahluk yang sukses, namun mengapa ada orang yang sukses dan ada orang tidak sukses?. Rahasianya adalah pada kenyataannya Sang Pencipta memberikan pilihan hidup kepada diri kita. Kita mau sukses atau tidak, semua diri kita yang menentukan.

Kita coba amati diri kita. Pertama-tama kita datang ke dunia ini karena suatu proses, dimulai dari kita dilahirkan (Birth) sampai kemudian nanti kita akan kembali kepada Sang Pencipta melalui suatu proses kematian (Dead). Diantara huruf B (birth) dan D (dead) ada huruf C. Huruf C dapat kita analogikan dengan choice atau pilihan. Diantara kelahiran dan kematian ada kehidupan dimana kita akan mengisi kehidupan ini dengan banyak pilihan.

Untuk menjalani hidup ini, kita akan menerima banyak ujian kehidupan. Ujian ini penting karena dengan adanya ujian kehidupan, kita akan dapat mengukur sampai dimana nilai (value) diri kita dan setiap akan “naik kelas” kita pasti akan menghadapi ujian kehidupan tersebut. Jangan khawatir, Sang Pencipta sebenarnya juga memberikan kunci jawaban atas ujian-ujian yang kita terima. Tugas kita, ya mencari kunci jawaban tersebut.

Kita juga harus ingat bahwa ketika kita dilahirkan, kita tidak mempunyai pilihan, kita tidak bisa menentukan untuk dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan, namun untuk menjalani kehidupannya, kita mempunyai banyak sekali pilihan. Kita mau sukses atau tidak, semua tergantung diri kita sendiri.

Banyak faktor yang akan mempengaruhi pilihan-pilihan yang akan kita lakukan dalam menjalani kehidupan ini. Faktor lingkungan jelas akan sangat dominan membentuk diri kita akan menjadi seperti apa dalam perjalanan mencari kunci jawaban atas ujian kehidupan yang sedang kita jalani.

Pertama-tama yang harus kita lakukan adalah mengidentifikasi ujian apa saja yang sedang kita hadapi, kemudian mencari jawaban atas setiap ujian yang kita sedang kerjakan.

Ingat, ujian itu dapat berupa kesulitan atau kemudahan. Apabila bentuknya adalah kesulitan, biasanya ujian ini mudah kita identifikasi. Yang menjadi masalah bila ujiannya dalam bentuk ujian kemudahan, seperti diberikan kemudahan rejeki terus menerus atau karir yang terus meningkat. Nah, bila kita tidak mampu mengidentifikasi ujian jenis ini, maka bukan tidak mungkin kita dapat mengambil pilihan hidup yang salah.

Lihat saja di sekeliling kita, begitu karirnya menanjak dan hartanya melimpah, orang dapat mengambil pilihan hidup salah dengan menggunakan kekayaannya untuk hal-hal yang tidak benar atau tidak di jalan Yang Maha Kuasa.

Bisa juga, pilihannya kemudian menjauh dari pola hubungan keluarga yang harmonis, dengan melupakan keluarganya atau bahkan menjauh dari teman-teman lamanya yang mungkin selama ini telah mendukung sukses kehidupan dirinya.

Jadi, sekali lagi kalau saat ini kita belum sukses atau kebetulan sudah sukses luar biasa, pasti ada rahasia di dalam diri kita yang membuat kita belum sukses atau sebaliknya menjadi sukses luar biasa.

Kuncinya adalah dalam menentukan choice atau pilihan hidup, kita harus berhati-hati. Salah satu hukum alam yang ada adalah hukum sebab akibat. Apapun pilihan hidup kita, maka kita pasti akan menerima akibatnya.

Kalau kita memilih energi negatif, maka hasilnya, cepat atau lambat, juga akan berbentuk energi negatif bagi kita. Mengapa saya katakan cepat atau lambat, karena kadang kala pilihan kita untuk menebar energi negatif justru berakibat “positif” bagi sang penebar. Tetapi percayalah, dampak “positif” itu pada ujungnya akan berakhir dengan energi negatif juga.

Pilihan tindakan untuk mengisi kehidupan seperti permainan bumerang. Kalau kita melempar energi negatif, maka energi negatif akan kembali kepada kita suatu saat nanti. Demikian juga dengan energi positif, dia juga akan berbalik kepada kita nantinya.

Sekarang cermati sekeliling kita, apakah mereka yang sukses luar biasa juga karena mereka menebar energi positif?. Saya kira …. ya. (ugie for little inspiration)

Nov
24

“Mengapa saya masih belum menjadi multimilioner ?”

“ Karena kamu mau megerjakan semuanya sendiri”

 

Seorang pengusaha atau entrepreneur pada dasarnya mereka adalah seorang “pemalas”. Loh kok begitu?. Sabar, yang saya maksudkan adalah mereka ”malas” mengerjakn sendiri apa yang menjadi ide ataupun mimpi yang mereka miliki. Para pengusaha akan meminta orang lain mengerjakannya, tidak harus dia handle sendiri.

Let us do it” ini hrus menjadi semboyan kita kalau ingin sukses. Mengapa, karena dengan kita mengajak orang lain untuk mengerjakan ide-ide kita, maka kita pada dasarnya sedang memberdayakan potensi yang ada di lingkungan kita dan ini menjadi faktor pengali bagi upaya meraih kesuksesan kita.

Coba bayangkan, kalau kita mempunyai ide untuk membuka rumah makan, maka kecepatan untuk meraih sukses antara usaha dijalankan sendiri atau dijalankan bersama orang lain, jelas akan berbeda.

Sekarang kita amati apa yang dilakukan penjual mie aah keliling dibndingkan pemilik bisnis mie ayamnya. Ceritanya ada seorang pengusaha mie ayam yang mempunyai lima gerobak mie ayam, nah tentunya dia tidak akan menjadi penjaja kelima gerobak mie ayamnya tersebut, lalu dia pasti akan mempekerjakan lima orang untuk menjajakan mie ayamnya berkeliling.

Nah, disini jelas terlihat bahwa pendapatan sang pengusaha dan pemilik gerobak mie ayam akan lebih tinggi dibanding pekrjaanya yang pekerjaannya menjajalakan mie ayam secara berkeliling.

Ini hanya contoh bagaimana let us do it akan menjadi faktor pengali kesuksesan kita. Si pengusaha dan pemilik gerobak akan mendapat keuntungan beberapa kali lipat dibandingkan pegawainya yang menjajkan mie ayamnya secara berkeliling.

Sekarang kita lihat diri kita. Seringkali kita mendapatkan suatu ide bisnis yang luar biasa, namun tiba-tiba ide bisnis itu layu sebelum berkembang karena kita sudah membayangkan bagaimana sulitnya mengerjakan ide bisnis tersebut. Alasan yang sering muncul adalah kita tidak tahu bagaimana memulainya, bisa jadi karena kita merasa tidak punya waktu untuk menangani ide bisnis tersebut.

Bisa juga, belum-belum kita sudah membayangkan bagaimana repotnya kalau harus menangani ide bisnis itu sendirian. Intinya, ada keengganan keluar dari zona nyaman. Yah, karena memulai suatu usaha baru jelas akan mengusik zona kenyamanan yang telah kita miliki saat ini.

Beberapa pemikiran kerepotan ini jelas akan menghambat kita untuk melangkan menjadi orang yang sukses dan kita akan tetap jauh dari keinginan untuk menjadi seorang multimioner.

Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan?. Kuncinya adalah, jangan lakukan sendiri, kita butuh orang lain sebagai faktor pengali kesuksesan kita. Setiap kali ada ide bisnis yang muncul di diri kita, kita harus membayangkan siapa kira-kira orang yang layak kita ajak turut serta mendukung ide bisnis kita ini.

Jangan pernah berpikir untuk melakukan semuanya sendiri. Dengan bekerjasama dengan orang lain maka kita sebenarnya sedang berbagi rejeki dengan orang lain. Dengan berbuat kebaikan ataupun menyebarkan energi positif tersebut, maka kita akan mendapatkan umpan balik berupa energi positif juga, bisa dalam bentuk peningkatan kesuksesan finansial kita, martabat kita, kedudukan kita, hubungan kita dengan lingkungan, dan yang jelas kita akan semakin disayangi oleh orang-orang yang terbantu karena ide bisnis yang kita miliki tersebut.

Sekarang waktunya merubah mindset dari pemikiran menjadi seorang superman yang mengerjakn semuanya sendiri untuk berubah menjadi superteam yang terus maju bersama orang-orang yang kita percayai di sekitar kita. (ugie for little inspiration)

Nov
24

“Mengapa saya masih belum menjadi multimilioner ?”

“ Karena kamu tidak mau menyesuaikan diri dengan perubahan”

 

Kita tentu tahu dinosaurus, mahluk besar yang pernah ada di bumi ini. Ternyata, sosoknya yang besar tidak menjamin mereka untuk mampu bertahan untuk terus hidup di bumi kita ini. Mengapa?. Karena bumi, dari waktu ke waktu, terus mengalami perubahan dan mahluk di bumi yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, dia akan musnah dengan sendirinya.

Kita sebagai manusia juga harus mematuhi hukum alam ini dan kita tidak bisa melawannya. Kalau kita bersikeras untuk tidak menyesuaikan diri, bisa jadi kita akan senasib dengan dinosaurus tersebut.

Nah, dalam ilmu kesuksesan, hukum alam ini juga berlaku. Orang yang sukses adalah mereka-mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan yang terjadi.

Saat ini kita sudah memasuki revolusi ketiga, yaitu revolusi ide-konseptual. Kita tentu ingat dua revolusi sebelumnya yaitu revolusi pertama adalah revolusi industri dimana era agraris digantikan dengan era industri. Kemudian, revolusi kedua hadir berupa revolusi informasi yang perubahan dari era industri menuju era informasi teknologi.

Kalau kita perhatikan, siapa-siapa yang mampu menjadikan dirinya menjadi seorang multimilioner adalah mereka-mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan era kehidupan tersebut.

Pada era informasi, banyak orang yang sukses karena mereka mampu menguasai atau paling tidak memanfaatkan informasi teknologi untuk meraih kesuksesan yang mereka harapkan.

Kemudian, di era ide-konseptual saat ini, saya yakin bahwa setiap orang yang mempunyai ide ataupun konsep dan mampu mengkomunikasikannya kepada lingkungan kita, maka dia berhak untuk meraih sukses.

Coba amati sekeliling kita, banyak muncul ide-ide ataupun konsep-konsep bisnis baru yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya dan mampu membawa pencetus ide tersebut menjadi seorang multimilioner.

Apa saja itu?. Sangat banyak. Di bidang informasi teknologi, ada penemuan facebook, twitter, google dan masih banyak lagi. Kemudian, di Indonesia, ada orang yang mengusung ide menjual keripik singkong pedas dengan beberapa level kepedasannya.

Kalau kita lihat, dia hanya megolah singkong dibuat keripik, namun dengan ide keripiknya dibuat pedas dengan beberapa level kepedasannya, maka hal ini menjadi sensasi baru bagi penikmatnya. Ada yang penasaran dengan ide tingkatan kepedasannya, ada yang tertantang untuk mencoba terus sampai di level mana dia mampu bertahan dengan pedasnya keripik singkong tersebut.

Nah, sekarang lihat diri kita. Apakah kita menyadari bahwa dunia berubah dengan sedemikian pesatnya?. Kalau kita menyadarinya, apakah kita mau dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan itu?. Kalau ya, pertanyaan selanjutnya, apakah kita mampu mengambil manfaat dari perubahan lingkungna yang terjadi?.

Kalau ternyata sekarang kita belum menjadi multimilioner, saya kira kita belum mampu memanfaatkan perubahan yang terjadi di sekeliling kita. Kita baru sampai tahap survive saja dan belum berusaha menjadi rock star di lingkungan kita.

Kalau begitu apa yang harus kita lakukan? Do the best. Buatlah suatu ide atau konsep kesuksesan sesuai passion yang kita miliki. Manfaatkan informasi teknologi yang berkembang sedemikian pesatnya.

Luangkan waktu untuk merenung mencari inspirasi, lalu amati fenomena-fenomena yang ada di lingkungan kita, lakukan riset kecil untuk mencari peluang bisnis yang banyak terdapat di sekitar kita, serta lakukan segera dan jangan ditunda-tunda, karena timing akan sangat menentukan kesuksesan kita. (ugie for little inspiraion).

Nov
23

“Mengapa saya masih belum menjadi multimilioner ?”

“ Karena kamu tidak mempersiapkan diri untuk menangkap peluang”

 

Setiap pagi saya mengantar anak saya yang masih di Sekolah Dasar ke sekolahnya. Anak saya selalu antusias setiap berangkat ke sekolah. Apakah ada yang istimewa dengan keberangkatan seorang anak ke sekolah?. Saya tidak tahu pasti, selain bias jadi karena akan bertemu dengan kawan-kawan sebayanya, yang jelas kalau seseorang begitu atusias untuk hadi di sekolah, pasti mereka merasa nyaman dengan situasi pembelajaran yang terjadi di sekolah tersebut.

Yang pasti, kita datang ke sekolah untuk belajar sesuatu yang baru dari para guru yang mendidik kita. Guru akan memberikan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi anak didiknya.

Apa sebenarnya yang dapat kita pelajari dari proses belajar mengajar di sekolah. Intinya, guru akan dating kalau kita sebagai murid telah siap menerima ilmu. Jelas disini bahwa kalau kita mendaftar ke suatu sekolah, maka pada intinya kita sudah siap untuk menerima pembelajaran sesuai tingkatan ilmu yang kita inginkan.

Saya pernah sekolah di Amerika dan apa yang membedakan sekolah disana dengan disini adalah, kalau di Amerika, sebelum kelas kita diwajibkan membaca beberapa bab yang akan diajarkan oleh sang guru. Jadi, sekali lagi istilah “guru akan dating bila kita siap” benar-benar diterapkan di Amerika. Dengan membaca beberapa bab yang dipersyaratkan artinya kita menjadi siap untuk menerima ilmu baru yang akan diajarkan sang guru.

Nah, dalam kegiatan usaha, hadirnya sang guru dapat diibaratkan dengan kehadiran sebuah peluang kesuksesan. Ingat, guru yang hadir kpada kita akan memberikan peluang kesuksesan bagi kita melalui pengetahuan ataupun ketrampilan yang dia ajarkan.

Dalam dunia usaha, peluang yang akan hadir di depan kita juga akan memberikan kita kesempatan untuk sukses lebih lanjut. Kita juga harus menyadari bahwa peluang akan dating kepada kita bila kita siap menangkap peluang. Contoh kongkritnya, kalau kita ingin sukses maka kita harus berteman dengan mereka-mereka yang sukses.

Nah, dengan memiliki teman yang sukses, tanpa kita sadari kita sudah mendekatkan diri kita kepada peluang kesuksesan bagi diri kita. Mengapa?. Karena, bukan tidak mungkin, teman-teman kita yang sukses akan menawarkan suatu peluang bisnis kepada kita, atau paling tidak, memberikan inspirasi bagi kita untuk menangkan suatu peluang bisnis yang mungkin selam ini tidak pernah kita bayangkan.

Sekarang kita lihat diri kita, mengapa sampai saat ini kita belum menjadi seorang multimilioner?. Apakah salah satu penyebabnya karena kita tidak mempersiapkan diri untuk menyongsong hadirnya sebuah peluang?. Coba kita introspeksi diri. Cek, siapa teman-teman kita saat ini, apakah mereka-mereka yang sukses atau sebaliknya. Lalu, cek juga apa saja bacaan yang kita baca, apakah bacaraan yang produktif dan membangkitkan spirit sukses, atau sebaliknya.

Tidak itu saja, cek lagi, apa saja berita-berita atau informasi-informasi yang kita lihat ataupun kita dengar, apakah informasi yang dapat meningkat nilai tambah atau justru sebaliknya.

Sekarang waktunya, kita harus memperbaiki diri untuk mempersiapkan diri menyongsong kehadiran sang peluang, lalu mengenalinya, dan terakhir menangkapnya. Jangan biarkan peluang yang hadir kita lewatkan begitu saja. Ingat, peluang selalu hadir tidak dalam bentuk utuh, bisa dalam penggalan besar atau justru hanya sepenggalan kecil. Kita harus jeli. Siap?. Pasti siap ….be prepare. (ugie for little inspiration).

Nov
23

“Saya cerdas dan saya sudah menggunakan IQ maupun EQ sesuai porsinya, tapi mengapa saya belum menjadi multimilioner ?”

“IQ dan EQ saja belum cukup, kamu perlu alat untuk meraih kesuksesan ”

 

Ada seorang pemulung berdoa :”Ya Tuhan, jadikanlah saya seorang yang kaya raya”. Kira-kira apa yang akan dilakukan Tuhan dengan permohonan tersebut?. Tuhan akan bingung kekayaan seperti apa yang akan diberikan kepada sang pemulung itu. Kemudian Tuhan berkata : ”Hai pemulung, kamu ingin kaya seperti apa?.”

Si pemulung tiba-tiba seperti mendengar bisikan pertanyaan Tuhan itu. Matanya mulai menerawang jauh. ”Yah, saya ingin menjadi pengusaha pabrik biji plastik”. Kemudian si pemulung berdoa lagi : ”Ya Tuhan, jadikanlah saya menjadi seorang pengusaha biji plastik yang kaya raya”.

Tuhan tersenyum, tapi masih tetap agak bingung. Kira-kira sebesar apa ya pabriknya dan sebanyak apa ya kekayaan yang pemulung minta?. Tiba-tiba si pemulung kembali mendengar bisikan pertanyaan Tuhan.

Masih sambil duduk di samping kerobaknya, si pemulung kembali menerawang. Saya ingin mempunyai pabrik bijih plastik yang besar, dengan karyawan yang banyak, dengan armada truk yang banyak, dan seterusnya. Dia menggambarkan secara rinci mimpi-mimpinya.

Tuhan kembali tersenyum. Berdoa saja dan bermimpi saja tidak cukup. Tiba-tiba si pemulung tersadar dari mimpinya. ”Benar kata bisikan hati saya baru saja, doa dan mimpi saja tidak cukup. Saya harus bekerja, harus berusaha keras”, batin si pemulung kemudian.

Singkat cerita si pemulung kemudian giat bekerja dan terus bekerja. Setiap hari berkeliling untuk memungut sampah-sampah plastik dan menjualnya ke pengumpul. Sampai suatu hari dia kelelahan. ”Tuhan, mengapa saya belum berhasil mempunyai pabrik plastik sendiri?” tanya si pemulung dalam doanya.

Tuhan tersenyum. Ingat, kita dilahirkan ke bumi dengan beragam persoalan, namun Tuhan juga membekali kita dengan jutaan kunci jawaban. Tugas kita adalah mencari kunci jawaban itu.

Si pemulung sudah bekerja keras, dia sudah melakukan kegiatan produktifnya. Namun, itu saja tidak cukup. Dia perlu alat untuk menjadi faktor kelipatan bagi usaha produktifnya.

Apa alatnya?. Dia butuh pengetahuan. Dia perlu tahu bagaimana kegiatan usaha plastik bekas yang dapat mendatangkan uang secara lebih cepat dan lebih besar. Dia harus belajar kepada ahlinya. Siapa dia?. Bisa kepada pedagang pengumpul, pengusaha plastik bekas, atau kalangan ilmuwan.

Sekarang sudah masuk era informasi bahkan sudah melangkah ke era ide-konseptual. Artinya, cara-cara memulung konvensional mungkin sudah bisa lebih disempurnakan dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada.

Coba lihat saja di sekeliling kita. Para penjual sayuran keliling telah memanfaatkan handphone sebagai alat komunikasi dengan pembantu bahkan ibu rumah tangga. Jadi, apabila satu rumah tangga memerlukan sayur tertentu, bisa langsung menghubungi sang penjual sayur keliling.

Bahkan, apabila ada pesanan barang yang tidak dimiliki satu penjual, maka penjual tersebut dapat menelpon penjual yang lain untuk mencarikan barang yang dibutuhkan konsumen.

Dalam era informasi dan ide-konseptual saat ini, siapapun berhak sukses secara cepat dan dengan cara yang tidak terduga. Kuncinya, seberapa besar kita mampu memanfaatkan alat-alat bantu kesuksesan yang tersedia di sekitar kita.

Contoh pemulung tadi mungkin hanya contoh kecilnya, tapi bukan berarti dia tidak bisa sukses luar biasa. Kita tidak akan pernah tahu, kalau tiba-tiba dia bisa memanfaatkan teknologi internet untuk meniti suksesnya sebagai pemulung plastik virtual, bukan tidak mungkin dia benar-benar akan segera mewujudkan mimpi-mimpinya.

Kunci jawaban dari persoalan yang diberikan Tuhan ada dimana-mana, tinggal kita mampu dan mau menggunakannya atau tidak. Terserah kita. Hidup itu pilihan.

Nah sekarang kita periksa, alat apa saja yang sudah kita temukan dan kita pergunakan untuk meraih mimpi sukses ataupun mimpi menjadi milioner?. Cari terus dan pergunakanlah alat-alat kesuksesan itu semaksimal mungkin. (ugie for little inspiration)

Nov
22

“Saya pintar dan IQ saya tinggi, mengapa saya belum menjadi multimilioner ?”

“Jangan-jangan kamu salah memilih karir kamu ?”

Suatu saat saya ketemu dengan seorang pengusaha yang masíh cukup muda. Dia lulusan salah satu Perguruan Tinggi ternama di Indonesia. Saya tanya kepada dia :”Dahulu ketika kuliah, pasti nilai Indeks Prestasinya jelek?”. Dia mengangguk. Lalu saya tanya lagi : “pasti dulu kamu bandel?”. Dia tersenyum dan balik bertanya : “Mengapa begitu?”.

Saya bilang kepada dia bahwa mahasiswa yang nilainya bagus-bagus biasanya tidak bandel dan kalau sudah lulus mereka cenderung jadi pegawai atau jadi dosen. Sementara yang nilainya pas-pasan dan agak bandel, maka biasanya mereka jadi pengusaha.

Kenapa demikian?. Karena yang mau jadi pengusaha biasanya orang yang berani gagal dan berani berkesperimen. Nah, mahasiswa yang nilainya jelek relatif sudah berpengalaman dengan kegagalan dan karena mereka terbiasa dengan ketidak-mapanan dan kebandelan, maka mereka relatif lebih tahan banting dibandingkan mereka-mereka yang kerjaannya hanya belajar.

Kepintaran atau Intelligence Quotient (IQ) memang membuat kita diterima kerja di perusahaan, Namun, untuk meraih kesuksesan, kita membutuhkan Emotional Quotient (EQ). Mengapa demikian?. Karena untuk meraih suatu kesuksesan, kita membutuhkan orang lain. Dalam hal berhubungan dengan orang lain, masalah emosional akan berperanan penting.

Artinya, pintar saja tanpa kemampuan pintar-pintar membaca situasi pada saat kita berinteraksi dengan lingkungan kita, maka kepintaran kita (IQ) tidak akan banyak berarti untuk mendukung kesuksesan kita.

Sekarang kita lihat ke diri kita, kalau saat ini kita belum sukses luar biasa, bukan tidak mungkin karena kita masíh terlalu menyepelekan arti pentingnya EQ. Ingat, kesuksesan didukung hanya sekitar 20% IQ, sementara EQ berperan sekitar 80% sisanya.

Untuk itu, kita wajib menjadi mahluk yang mempunyai empati tinggi dengan orang lain. Kita harus mampu memahami orang lain secara bijaksana. Kita harus bersikap dan berperilaku yang baik lepada siapapun, baik itu atasan, teman, atau bawahan kita.

Ingat, di kening setiap orang ada tulisan MMFI, yaitu singkatan dari Make Me Feel Important. Intinya, orang ingin dihargai, ingin dianggap penting. Nah, kalau kita bisa “mengambil” hati orang yang sedang kita ajak berinteraksi, maka hubungan interaksi kita selanjutnya pasti akan berjalan dengan nyaman.

Kecerdasan emosional mengandung unsur kreatifitas, karena dengan kemampuan kita mangatur emosi kita, maka sudut pandang kita dalam berinteraksi dengan pihak lain akan semakin luas. Pada gilirannya, kita akan mampu melihat peluang-peluang positif yang dapat kita manfaatkan untuk meraih kesuksesan yang kita inginkan,

Kreatifitas akan menjadi pembeda bagi diri kita dibandingkan orang lain, sehingga dengan kita tidak mejadi mahluk biasa-biasa saja (marginal), maka kita mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk meraih kesuksesan. Sekali lagi cek, berapa komposisi IQ dibanding EQ kita ?.(ugie for little inspiration)